Merefresh kembali


Kekuatan adalah jalan yang paling aman untuk memunculkan kebenaran. Sungguh suatu keindahan yang sempurna bila suatu saat kekuatan dapat berjalan beriringan dengan kebenaran.

Seseorang tidak dibenarkan meninggalkan kewajiban2 individu dgn alasan sibuk melaksanakan kewajiban sosial

Seseorang tidak dibenarkan meninggalkan kewajiban2 sosial dengan alasan sibuk melaksanakan kewajiban individu

Generasi pilihan, tampil dgn julukan, “layaknya rahib-rahib dimalam hari dan penunggang kuda di siang hari”

Ketika malam tiba, mereka berdiri di mihrab, hingga larut dalam kekhusyukan sholatnya

Mereka menangis tersedu, seraya bergumam, ” wahai dunia, bukan aku orang yg dpt kau tipu”

Namun bgitu fajar menyingsing, dan hari beranjak siang, mereka melompat keatas punggung2 kuda sembari meneriakan syiar kbnaran

Perpaduan yg indah antara urusan akhirat dan dunia, dan segenap spiritualitasnya, itulah islam yg sanggup memadukannya

Mereka berkorban jiwa, demi tegaknya kalimatullah, mereka tidak melkukn itu karna hrta, mereka bahkan sdh mrsa ckp dgn sekerat roti

Sdh merasa ckp dgn sekerat roti sekedar mengusir rasa lapar dan seteguk air untuk nenghilangkan dahaga

Mereka keluar dari rumah mereka semata-mata untuk menunaikan satu misi suci sebagaimana yang telah diwasiatkan nabi mereka

Supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. (Al-anfal : 39)

Iman senantiasa menuntun mereka untuk terus berkorban di jalan ini

Tapi kini, kaum muslimin saling berbeda pendapat dalam memahami misi yg seharusnya mereka emban

Mereka membuat berbagai interpretasi untuk membenarkan kemalasan dan ketidakberdayaan

Sebagian mereka mengatakan bahwa waktu jihad dan amal telah berlalu, sebagian yg lain mematikan semangat juang

Tidak, wahai saudaraku, Alquran yg mulia ini senantiasa menyeru kita dengan seruannya, seruan dakwah

Sesungguhnya orang2 yg beriman hanyalah orang2 yg beriman kepada Allah dan Rosulnya kemudian mereka tidak ragu-ragu…….

…….dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka dijalan Allah, mereka itulah orang2 yg benar. (Al-Hujurat: 15)

Sekarang kita hidup dalam abad kebangunan, maka bangunlah diri kita, agar dengannya kita dapat membangun umat

Kewjiban ini menuntut adanya jiwa yg dipenuhi oleh iman dan hati yg luhur, agar kt berusaha selalu meneguhkan komitmen diatasny

Kewajiban ini menuntut dan akan selalu menuntut untuk terus berkorban dengan harta dan dengan kesungguhan

Sesungguhnya apa yang ada pada kita akan pupus habis, dan apa yg ada pada Allah akan kekal selamanya

Sesungguhnya Allah telah membeli dari kaum mukminin jiwa dan harta benda mereka, dengan mberikan balasan berupa surga seluas langit dan bumi 

Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti kamu dgn kaum yg lain, dn mrka tdk akn sprti kamu. (Muhammad : 38)

Maka takarlah kadar tugas yg dibebankan oleh Allah dipundakmu, lalu persiapkan dirimu untuk berjuang dan berkorban di dalamnya

Semoga kita termasuk orang2 yg memperoleh maghfiroh dan kemenangan driNya. Aminn.

Image

Advertisements

Banyak Namun Sedikit


Fenomena yang banyak terjadi dalam gerakan dakwah kampus sekarang adalah banyaknya jumlah aktivisnya. Namun dari sekian banyak jumlah yang ada, hanya beberapa saja yang terkategori mampu memikul amanah dakwah. Jelas sekali ini bertolak belakang dengan harapan dakwah kampus dan semangat dakwah kampus itu sendiri. Kita semakin kesulitan menempatkan kader di post-post yang strategis. Dengan semakin besar dan banyaknya medan amal dakwah, maka diharapkan sebanding dengan munculnya kader-kader baru yang siap memikul kerja-kerja dakwah tersebut.

Salah satu penyakit kronis yang menjangkiti berbagai macam gerakan pada umumnya adalah perhatiannya yang berlebihan kepada kuantitas atau bilangan, bukannya kualitas. Mereka begitu gigih menciptakan perluasan wilayah gerakan dan memperbanyak anggota dengan melupakan upaya memperkukuh dan memperkuat cengkramannya.

Oleh karena itu yang perlu kita perhatikan dalam hal kaderisasi, bukan semata mengejar aspek kuantitas, namun yang lebih utama adalah kualitasnya. Kalau istilahnya barisan inti penuh berkah. Coba kita lihat QS 3: 146-148. Dalam ayat tersebut Allah memberikan taujih (arahan) bahwa; pertama, Nabi membutuhkan pengikut dalam jumlah yang besar sebagai barisan mujahid fi sabilillah. Kedua, mereka memiliki kualitas yang andal dalam medan perjuangan; tidak mudah lemah (‘adamu al wahn), tidak mudah lesu (‘adamu adh dha’fu), tidak gampang menyerah (‘adamu al istikanah). Ketiga, mereka adalah orang-orang yang menyadari kelemahan dan kesalahan diri. Maka, fokus kerja kaderisasi, yaitu: (1) to raise the quantity (numu al kamiyah), kuantitas (2) to develop the quality (numu an nau’iyah), kualitas (3) to build up the competence (numu al qudrah). *)

Islam lebih berorientasi kepada kualitas, kendati kuantitas sendiri tentu memiliki nilai tersendiri. Ia memperhatikan bangkitnya nilai dalam diri manusia serta mengangkat derajatnya hingga mencapai kesempurnaan kemanusiaannya. Berkaca dari pengalaman yang ada maka dalam melakukan dakwah islam organisasi dakwah harus menyeimbangkan kerja kaderisasi dan kerja yang bersifat massal/rekrutmen.

Setelah proses perekrutan berjalan maka hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah membina dengan pola kaderisasi yang telah ada, bagaimana jumlah yang banyak tadi mampu di follow up sedemikian rupa menjadi kader tangguh yang berkualitas, tidak mudah lemah, tidak mudah lesu, dan tidak gampang menyerah serta senantiasa mengevaluasi kesalahan-kesalahan diri untuk melakukan perbaikan setiap waktunya.

Tentu saja proses tersebut harus dilakukan dengan baik, supporting system berjalan, dukungan dari semua pihak, dan kesadaran bagi setiap kader untuk terus memperbaiki kualitas dirinya. Oleh karena itu jumlah yang banyak tadi perlahan mampu menunjukkan kualitas dirinya dalam memikul beban dakwah yang diamanahkan kepadanya. Kalau semua ini berjalan, maka kita tidak akan kesulitan dalam pendistribusian amanah dakwah. Wallahualam

Image


milenia cinta


Jangan kau kira cinta datang
dari keakraban dan pendekatan yang tekun
cinta adalah putra dari kecocokan jiwa
dan jikalau itu tiada
cinta takkan pernah tercipta,
dalam hitungan tahun, bahkan milenia.

Kahlil Gibran

Image


Memenangkan Perang Tanpa Peperangan


Madinah sedang dalam puncak musim panas saat itu, tanahnya kemarau dan kering. Satu sisi buah-buahan sudah mulai bisa dipanen dikebun-kebun. Namun Rosulullah mengumumkan bahwa kita akan melakukan peperangan besar melawan pasukan Romawi yang jumlah pasukannya sekitar 40.000 orang. Hal ini bermula ketika ada laporan dari pedagang yang baru pulang dari negeri Syam, yang mengatakan bahwa pasukan Romawi dan gabungan Arab nasrani akan menyerang umat islam.

Rosulullah mengatakan, kita akan songsong musuh diwilayah perbatasan, wilayah Tabuk, yang jaraknya dari Madinah 80 km perjalanan darat  melewati perbukitan. Perang Tabuk adalah Perang yang dilalui oleh Rosulullah dan para sahabat pada saat musim panas, menempuh perjalanan yang jauh, dan melawan pasukan dalam jumlah yang besar.

Demikianlah perjalanan dalam peperangan ini sangat berat dirasakan oleh jiwa manusia. Ini merupakan ujian dan cobaan berat yang membedakan siapa di dalam hatinya ada nifak dan siapa yang benar-benar beriman. Terbukti orang-orang munafik berkata kepada sebagian yang lain, janganlah kalian berangkat perang dalam cuaca panas begini, dan sebagian dari orang-orang munafik menemui Rosulullah untuk meminta izin berperang dengan menyatakan “Berilah izin kepadaku dan janganlah kamu menjerumuskan aku ke dalam fitnah. Demi Allah kaumku tidak lebih mengenal orang yang paling mengagumi wanita selain aku. Aku khawatir tidak dapat bersabar melihat wanita berambut pirang” Rosulullah kemudian berpaling darinya dan memberikan izin kepadanya.

Ada pula orang-orang yang beriman namun tidak mempunyai harta, yang datang kepada Rosulullah untuk di ikutsertakan dalam medan peperangan, namun karena perbekalan yang tidak cukup untuk membawa mereka, maka mereka tidak bisa ikut berperang bersama Rosulullah ke medan Tabuk, mereka ini disebut Al-Bukaun (orang yang menangis). Yang sepanjang malam Rosulullah ke Tabuk mereka mendoakan pasukan muslim memenangkan peperangan dengan menangis di sholat-sholat malam mereka

Para sahabat kemudian berlomba-lomba menginfakkan harta terbaik mereka untuk peperangan, Abu Bakar menginfakkan seluruh hartanya , Umar bin Khattab memberikan separuh hartanya, Utsman bin Affan mencukupi persiapan perang dengan menginfakkan 300 Unta dan Uang 1000 dinar yang diletakkannya di kamar Rosulullah, sehingga Rosulullah bersabda “Tidak ada yang membahayakan Utsman karena apa yang dilakukannya setelah hari ini”.

Pasukan kemudian bergerak ke Tabuk, karena jumlah pasukannya sangat besar sekitar 30.000 orang, maka perbekalanpun dirasa tidak sempurna sekalipun cukup banyak harta yang telah diinfakkan. Maka dalam perjalanan tersebut delapan belas orang hanya mendapat jatah satu ekor unta, dan mereka harus rela memakan dedaunan hanya untuk membasahi bibir mereka. Mereka juga kehabisan perbekalan air minum dan terpaksa memotong unta untuk di ambil airnya. 

Imam Ahmad meriwayatkan di dalam Musnad-nya dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata “pada waktu perang Tabuk, kaum muslimin mengalami kelaparan sehingga mereka berkata ya Rosulullah izinkanlah kami memotong unta-unta kami untuk dimakan” “lakukanlah” kata Rosulullah. Yang kemudian Umar bin Khattab berkata kepada Rosul, kalau unta-unta ini dipotong kendaraan kita akan berkurang. Lalu Rosulullah memerintahkan kepada seluruh kaum muslimin untuk mengumpulkan sisa dari perbekalan mereka, untuk di doakan oleh Rosulullah sehingga berkah.

Sesampai di Tabuk Pasukan muslimin tidak menemukan pasukan Romawi dan tidak ada perlawanan. Dan ternyata pasukan Romawi dan sekutunya telah mendengar bahwa Rosulullah menggalang pasukan dalam jumlah besar yang membuat ketakutan dalam hati dan jiwa mereka. Sehingga mereka tidak berani maju langsung, mereka berpencar-pencar dibatas-batas wilayah mereka sendiri.

Memenangkan peperangan tanpa peperangan, inilah yang terjadi dalam shiroh perang Tabuk, dimana pasukan muslim berhasil masuk ke wilayah perbatasan Romawi dan mengambil pajak (jizyah) sebagai tebusan tanpa ada peperangan. Yang semakin menguatkan eksistensi islam sampai ke wilayah-wilayah Romawi. Janji yang dulu pernah Rosulullah katakan dalam perang khandaq tatkala beliau memecahkan batu besar  “latuftahanna Rum”. Lalu kita menyaksikan kemenangan demi kemenangan didapat oleh kaum muslimin dalam ekspansi ke berbagai wilayah.

Inilah yang kemudian menginspirasi dakwah kita, bahwa kemenangan dakwah itu adalah domainnya Allah SWT. Dalam peperangan ini Allah menghendaki jihadnya kaum muslimin cukup dengan pengorbanan besar yang telah mereka kerahkan dan kesulitan fisik yang mereka alami di perjalanan pulang – pergi antara Madinah – Tabuk. Perjalanan yang sarat dengan pengorbanan, penderitaan, dan kesulitan.

Tidakkah jihad yang diperintahkan Allah itu berupa pengorbanan jiwa dan raga di jalan syariat dan agamanya. Sesungguhnya inilah yang dikehendaki Allah kepada Hamba-Nya. Seperti yang disampaikan Allah dalam surat As-Shaf 10-11 “ Wahai orang-orang beriman maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu kamu beriman kepada Allah dan RosulNya dan berjihad dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” lalu tak lupa kita menyimak bahwa dalam lanjutan ayat tersebut Allah akan berikan sebuah muara yang paling baik yaitu syurga yang penuh dengan kenikmatan

“Faisyul ‘Usrah” ( Pasukan Muslimin yang berperang dalam keadaan serba sulit ) dalam peperangan ini mereka telah mengerahkan harta dan perjuangan serta mengorbankan kesempatan waktunya yang paling indah, kemudian menukar dengan berbagai macam penderitaan dan kesulitan, sebagai bukti kemurnian iman kepada Allah dan cinta mereka kepada Allah. Karena itu mereka berhak mendapat kemenangan dan dukungan.

Lalu masihkah kita mengeluh dengan tugas-tugas dakwah kita, kendor dengan amanah-amanah yang telah diberikan, tidak bersemangat menyongsong kemenangan dari Allah SWT, mengumpulkan alasan-alasan untuk izin dari kerja-kerja dakwah , mundur tanpa berita dan segudang permasalahan lainnya.

Target besar itu akan dapat terealisasi manakala kita sudah mempunyai syarat-syarat kemenangan. Sunatullahnya memang begitu, impian negeri madani itu linier dengan syarat-syaratnya. Maka jangan pernah bermimpi akan tercapainya sebuah kejayaan manakalah kita abai akan syarat-syarat kemenangan. Wallahualam

 Image

 


Mengenal Lebih Dekat Objek Dakwah


“Ud’u ila sabili Robbika bil hikmah, wal mau izzotilhasana…” Serulah (manusia) kepada ajaran Allah dengan hikmah dan pengajaran yang baik. Ini adalah kaidah dakwah yang disampaikan oleh Allah SWT dalam surat An-Nahl ayat 125. Kaidah yang telah terbukti dalam sejarahnya. Hati akan lebih mudah disentuh dengan hati, kata-kata yang lembut menembus jiwa akan lebih mudah diterima dan diamalkan.Sebaliknya kata-kata keras lagi kasar akan membuat objek dakwah menjauh. Menyampaikan dengan bahasa kaumnya, sesuai dengan tingkat pemahaman dan tingkat intelektualitasnya adalah salah satu faktor penting keberhasilan dakwah

Mungkin Allah ingin memberikan pelajaran bagi kita dalam kisah Ibrahim AS. Suatu ketika Ibrahim datang ke tempat berhala-berhala yang masih menjadi sesembahan kaumnya. Lalu Ibrahim menghancurkan satu persatu berhala yang ada didepannya dengan sebuah kampak, dia sisakan satu berhala yang paling besar, kemudian dia gantungkan kampaknya pada berhala yang paling besar. Melihat berhala yang sudah hancur berserakan, Ibrahim di panggil ke majlis kaumnya dan ditanyakan perihal kejadian itu. Kemudian Ibrahim berkata, “Coba engkau tanyakan langsung dengan berhala yang paling besar, mungkin saja dia yang melakukan semua ini, karena kampaknya ada padanya”

Mendengar hal itu, kaumnya berang, mereka berkata “mana mungkin berhala ini bisa melakukannya, dia tidak bisa berpindah dan bergerak”. Kemudian Ibrahim berkata “Lalu kenapa kalian menyembah kepada sesuatu yang tidak mampu memberikan manfaat dan mudhorat bagi dirinya, dan tidak mampu memberikan manfaat dan mudhorat kepada orang lain” ini semisal skak mat, tidak ad yang bisa menyangkal argument Ibrahim. Namun kita menyaksikan bahwa Ibrahim tetap dibakar dengan nyala api, yang kemudian Allah menolongnya dengan membuat api menjadi dingin.

Karakter keras tegas dan berapi-api nabi Ibrahim muda, membuatnya dibakar hidup-hidup, namun disitulah Allah memberikan hikmah yang luar biasa kepada kita. Bisa jadi hasil yang didapat akan berbeda manakala sedikit disampaikan dengan hikmah dan pengajaran yang baik .

Dakwah bukan seperti sangkaan sebagian orang, yang hanya sekedar rangkaian kata-kata, yang disampaikan disembarang tempat, sembarang waktu, dan tidak membedakan kondisi Mad’u entah sedang sedih, bahagia, sakit, sibuk, atau lainnya. Sekalipun hal itu juga termasuk dakwah, tapi sebenarnya adalah dakwah yang tanpa wawasan, padahal seorang da’I dituntut berwawasan luas dalam dakwahnya, Sebagaimana firman Allah. “ Katakanlah, inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kamu kepada Allah dengan Hujah yang nyata” (Yusuf : 108)

Ketika menafsirkan ayat ini, Imam Ar-Razi berkata, “ini menunjukkan bahwa dakwah kepada Allah dengan cara yang baik harus dibarengi dengan wawasan tentang apa yang ia sampaikan, serta dibarengi dengan tuntunan dan keyakinan”. Maka seorang dai harus berwawasan luas dan berspesialisasi. Agar mampu membuat Mad’u interest dan semakin mencintai dakwah karena kaidah itqon (professional).

Hal pertama yang sebaiknya diketahui adalah nama lengkap, panggilan, atau mungkin julukan ( laqab ) para mad’u. Seorang Da’I hendaklah memanggil dengan nama kesukaan sang Mad’u dan menjauhi segala panggilan julukan yang tidak mereka sukai. Hal ini akan lebih mudah mendekatkan hati antara da’I dan mad’u. Dalam bukunya Bagaimana Menyentuh Hati ustad Abbas Assyisi, beliau menceritakan suatu hari ada 3 orang yang hendak menemui ustad Hasan Albanna dalam sebuah forum. Lalu ketika bertemu, ustad Hasan Albanna langsung menyebutkan nama ke 3 orang tersebut sekaligus asal daerahnya. Kontan ketiga orang tersebut kaget dan terkesima, bagaimana ustad Hasan Albanna bisa tahu padahal sama sekali belum bertemu. Dan ternyata rahasianya adalah pada saat ustad Hasan Albanna berkesempatan menandatangani kartu-kartu identitas mereka beliau menghafal foto, nama, sekaligus asal daerahnya.

Da’I yang sukses harus berusaha menghafal nama-nama mad’unya. Jika tidak memiliki ingatan yang kuat hendaklah mencatat nama-nama mereka. Terkadang mad’u merasa tidak nyaman ketika da’I lupa nama mereka. Sebaliknya, mad’u akan terkesima ketika da’I memanggil nama yang ia punya, mereka merasa diperhatikan dan dihargai. Mungkin sama halnya ketika dosen kita menyebut nama kita padahal belum kenal sebelumnya, ada rasa bangga dan merasa diperhatikan, yang akan lebih mudah mengambil hati sang objek dakwah.

Kemudian mengetahui hobby dari sang mad’u, tidak hanya hal yang disukai namun juga hal-hal yang dibenci oleh sang mad’u, kemampuan ini akan membuat da’I mahir dalam merebut hati sang mad’u. Saat fathu mekkah, karena Rosul paham betul karakter Abu Sofyan, yang senang membanggakan diri, maka Rosulullah berkata kepada orang-orang Mekkah pada waktu itu, barangsiapa yang berlindung dirumah Abu Sofyan maka dia akan aman.  Hasilnya gembong Mekkah yang dulu gencar membela tiang kesyirikan itu berbalik membela tiang keislaman.

Da’I sukses adalah yang tahu akan keadaan masyarakat dan kondisi mereka, tidak acuh pada permasalahan pemikiran, social dan psikologi yang ada pada mereka. Tahu kapan masyarakat mempunyai kesibukan dan kapan mempunyai waktu longgar. Sehingga mampu beradaptasi dengan segala kondisi mad’u.

Perlu diperhatikan juga kondisi ekonomi mad’u, kesehatan, dan mampu menjadi tempat bertanya manakala mad’u mempunyai hal-hal yang perlu disharingkan. Menjenguk manakala mad’u sakit dan membantu manakala mad’u kita kesulitan dalam hal ekonomi. 3 tahapan muamalah sesama muslim yang menjadi kaidah dasar kita adalah ta’aruf, tafahum, dan takaful. Salin Mengenal, Memahami, dan Membantu . Bahkan dalam konteks mengenal kita harusnya lebih mengenal mad’u kita, sampai mad’u pulang kemana, anak keberapa, motornya apa, sepatunya bagaimana dan sebagainya

Seorang da’I hendaklah tidak menutup mata akan sarana apapun yang bisa membuka hati mad’u dan memperbanyak pendukung dakwah. Karena mengenal mad’u lebih dekat adalah faktor asasi keberhasilan merangkulnya dalam barisan dakwah.

 Image

 

 

 


Belajar Ilmu Ikhlas


Belajar Ilmu ikhlas, segala yg kita punya adlah titipan dariNya, suatu wktu jika Ia ingin mengambil, tdk ad daya upaya bgi kita. #AYTKTM

Seperti dikala, engkau dititipkan sesuatu oleh sang pemilik, maka dikala waktunya dia mengambil titipan, bolehkah kt menolak?

Yang semestinya kita lakukan adalah mengikhlaskannya, dan kemudian Berdoa mendapat pengganti yg lebih baik dri Allah. #AYTKTM

Suatu hari Abu thalha hendak pergi untuk berniaga, namun langkahnya tertahan oleh anaknya yg sedang demam tinggi.

Istrinya yg soliha, Ummu sulaim, kemudian berkata, pergilah,cari rezeki Allah, berjihad disana, ada tdk adanya engkau disini sama saja.

Ada tidaknya engkau disini, tidak akan berpengaruh bagi anak kita, tenang atw tidakny, sembuh tdkny bergantung pd Ketentuan Allah.

Dengan perasaan bersalah Abu Thalha meninggalkan anaknya yg sedang sakit keras. Dia berdoa sepanjang bekerja untuk anaknya.

Takdir berkata lain, anak yg dicintainya Meninggal, lalu Ummu Sulaim berpesan kpd teman2nya. Jgnlah dlu dikabarkan berita ini kpd Abu Thalha

Ummu sulaim lalu menutupi mayat anaknya, dn ditmpatkan ke kamar, anaknya sekarang sudah tenang, ruhnya telah di cabut Allah.

Lalu ummu sulaim, mulai memberi wewangian dirumahnya, masak berbagai macam, berdandan, ad rencana yg dibuatny, untuk Abu thalha.

Abu thalha kemudian pulang, kalimat pertma yg keluar adalah, bagaimana keadaan anak kita, apakah sudah baikan??

Dengan senyum tenang wanita sholiha, Ummu sulaim berkata, anak kita sudah tenang sekarang. Dia ad dikamar. Alhamdulillah ucap Abu thalha

Abu thalha belum diberithu anakny sdh meninggal, Ummu Sulaim tidak bohong, anaknya sudah lebih tenang sekarang disisi Allah.

Abu thalha. mendapati rumahnya penuh wewangian, makanan penuh bermacam, dn istrinya berdandan dgn cantik,

Lalu Ummu Sulaim mengajak makan mlm, bahagia melewati malamny dgn berbagai macam makanan, lalu ummu sulaim mengajak abu thalha melakukan itu

Setelah melakukan itu, barulah Ummu Sulaim memberitahu, bahwa anaknya telah meninggal

Abu thalha shock, terkejut, mendengar berita itu, pertama dia bgitu terpukul karena anaknya meninggal, kedua kok Ummu sulaim sempat2nya..mengajaknya pengantinan

Lalu dia mengadu kpda Rosulullah, dn menceritakan ceritany kepada Rosul, lalu, Rosul hnya Mendoakan Semoga Malam Kalian di penuhi keberkahan

Lalu, Allah benar2 mengganti dengan suatu yg lebih baik, berdasarkan ilmunya, malam itu adlah malam berkah,

Ummu Sulaim mengandung, mereka akan punya anak lagi, kelak keturunan mrka selanjutnya, menjadi mujahhid2 Allah,

Diriwayatkan oleh anas bin malik putra dri perkawinan Ummu Sulaim sebelumnya, saya melihat ummu sulaim mengandung setelah itu.

Dan anak mereka in bernama Abdullah bin Abu Thalha, yg kemudian Abdullah bin abu thalha in mempunyai 9 orang putra.

Yg ke sembilan putranya ini adalah hafiz, dn tdk cuma hafiz namun kesemuanya juga Qori, mereka Hamilul Quran (orang yg mengandung alquran)

Alquran tertransformasi penuh ke dalam jiwa dan hati mereka, dan ke 9 nya syahid di jalanNya

Inilah barakah malam itu, kata anas bin malik, yg didoakan oleh Rosulullah kepada dua orang yg sholih.

Begitu baik perkara seorang muslim apabila mendapat kebaikan dia bersyukur, dan jika mendapat musibah dia bersabar

Belajar ilmu ikhlas, berdoa mendpat pengganti yg jauh lebih baik, berdsar ilmu Allah. Wallahualam

Image

 

 


Menjadi Pribadi yg Bersyukur


Aslmualaikum, alhamdulilah bersyukur msh di brikan kesehatan dan ksmptn ibdh dlam Ramadhn yg ke 17 ini. Insya allah nikmat nmbah jika syukur

Berrkata (nabi sulaiman), in adlh bgian karunia Allah untuk mengujiku : aku bersyukur atau kufur (an-naml:40) #syukur

Itu adlh perkataan nabi sulaiman, ketika Allah berikan kenikmatan dunia dgn ditundukkan makhluk Allah padanya, dan nabi ber #syukur

Brbeda saat Qorun mendapat karunia harta yg bnyk, dia brkt : “sessungguhnya hrta kekayaan in tdk lain hasl kehebatan ilmuku” dia tdk #syukur

2 kisah, nabi sulaiman yg bersyukur mendpt karunia didunia dn akhirat, dan Qorun yg kufur diazab di dunia dn akhirat. #syukur

bgt bnyak nkmt yg sdh dibrikn Allah kpd kt, mnckup aspek lahir batin, mk dlm srat Arrahman “Nikmat Tuhan yg mana lagikah yg kamu dustakan “

Dialah yg mengajarkn Alquran, menciptakan manusia, mengajari manusia hingga pandai berkata2 dn bicara. Dialah yg mnciptakn mkhluk lgt,,,,

…Dengn penuh keseimbangan, matahari, bulan, bintang. Dialah yg menciptakan bumi, daratan, lautan dn segala isiny semuanya untuk manusia..

Maka “nikmat Tuhan manakah yg kau dustakan” Allah janjikan kita barang syiapa #syukur maka Allah akan tambah nikmatNy,..

.Namun jika kufur, sessungguhnya azab Allah amat pedih.. #syukur

Para ulama menyebutkan, rukun syukur ada tiiga, yaitu mengakui, bnyak mengingat/menyebut, dan ketaatan #syukur

Pertama, pengakuan bahwa segala nikmat asalnya dri Allah adalah suatu prinsip yg sgt penting, jika tdk mrkalah org2 sombong #syukur

Semoga kita terhindar dri pola pikir Qorun dkk, yg berkata ” sesungguhny harta kekayaan ini tdk lain hasil kehebatan ilmuku ” #syukur

Kedua. Banyak menyebutny. “terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu banyak mnyebutnya” (addhuha : 11) #syukur

Org mukmin setidknya mengucapkan Alhamdalah ktka mendapat nikmat sebagai refleksi syukur kt kpd Allah #syukur

Ketiga. Ketaatan, Allah menyebutkan para Nabi adalah hamba-hamba Allah yg paling bersyukur dgn memberikan ketaatan dan pengorbanan #syukur

Sbgaimn yg dicnthkn Rosul dlm shlat mlm smpai kakiny trpcah2, Aisyah brkt, wahai Rosulullah, pdhal Allah mengampuni dosamu yg dlu dn akn dtg

.Dan Rosul menjawab ” tidak bolehkah aku menjadi Hamba Allah yg bersyukur?” #syukur

syukur yg dilakukan scra optimal bermuara pada tambahan nikmat dri Allah, dlm bntuk iman yg brtmbh, ilmu yg bertambah, amal yg bertmbh….

Rejeki yg bertambah, dan puncaknya Allah berikan syurga yg penuh dengan kenikmatan. #syukur

Semoga kita menjadi hamba2 Allah yg senantiasa ber #syukur

Image

 


Hikmah Pertempuran Paintball


1. asalamualaikum. Sy mau berbagi sedikit hikmah yg didapat dri perang paintball. Main perang2an yg sgt seru #paintball

2. Sebelum lebih jauh, diawal masing2 tim sudah dibagi menjadi dua. Polisi dan teroris. Kebetulan saya di tim polisi #paintball

3. Pada prinsipnya disini polisi harus menang dan teroris harus dikalahkan, sunatullahhnya memang harus begitu,  #paintball

4. Kostum sdh tersedia, polisi rompi hitam teroris rompi krem, dilengkapi dgn pelindung bagian kpala (gogle), dan safety yg lain #paintball

5. Aturan main sudah dijelaskan, sistemnya game benteng, yg selalu saya ingat jangan sekali2 membuka helm/gogle saat pertempuran,. #paintball

6. jangan menembak yg sdh angkat senjata smpai kembali kebenteng,Jgn menembak dlm jarak < 7 meter, #paintball

7. Pemenang adalah yg mampu sampai kebenteng lawan tanpa tertembak. #paintball

8. pertempuran dimulai, saya tertembak tepat di kaca helm gogle, alhasil cat tumpah dan menghalangi pandangan saya, semua menjadi kabur #paintball

9. Yg tertembak hrs mundur ke benteng dn mnggu 5 detik, setelahny bs ikut game lagi #paintball

10. Dlm peperangan strategi diuji, mental bermain, dan fisik menyesuaikan euphoria lapangan #paintball

11. Setelah kurang lebih 40 menit, tim polisi keluar sebagai pemenang dgn mampu merangsek sampai ke benteng lawan #paintball

12. Hikmah pertama, lgsg dri instruktrur  #paintball klau mau menang harus ad back up dri tmn setim, yg satu mrngsek kdpan yg satu back up dri belakng.

13. Artinya ad strategi yg dijalankan dlm setiap kerja tim, dan ad pemimpin yg memberi aba-aba, tdk nafsi-nafsi #paintball

14. Hikmah kedua, taat aturan. Kalau dlm pertandingan td sy lepas helm, mgkn mata saya sdh luka parah bahkan bs buta, #paintball

15. Kalo tdk ad yg menembak dlm jarak dibawah 7 meter, tdk ad 3 kawan saya yg lain tertembak sampai bentol lebam di lengannya #paintball

16. Hikmah ketiga, harus mengenal medan prtmpuran terlebih dahulu. Seperti Khalid bin walid yg telah menguasi medan di bukit Uhud #paintball

17. Hasilnya 2 org terjebak lumpur, dan terkena jebakan2 ranting di medan pertempuran, yg mmbuatny tertembak #paintball

18. Hikmah keempat, bergerak dn menembak. Move ON, ya kita hrs move on, lebih baik bergerak terus tertembak, drpd diam kemudian trtembak. #paintball

19. Karena dgn bergerak, peluang kita menmbak jd lbh banyak, dn klupn trtmbak kt sdh move on kemana-mana, kepuasan batin namanya #paintball

20. Hikmah kelima. Keberanian, sprti kata Sayyid Quthub ” keberanian bkn brrti mmprcpt kematian kt, bgtpn pnakut bkn mprpnjng umur #paintball

21. Berani bertindak, berani menembak, berani mengambil keputusan. Setidakny kita sudah menjadi pemberani #paintball

22. Hikmah ke enam, kluar dri zona nyaman kita, mlihat lebih jauh keluar, mnrjang badai, mnpis rintang. Engkau akan tahu makna kehidupan #paintball

23. Sekian, hikmah perang #paintball wslm. kita akan tetap take off dalam cuaca yg buruk 🙂

Image


Nasihat Untuk Aktivis Dakwah Kampus Unsri


Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

 QS ( Al-Mulk: 1-2)

 

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.

QS ( As-Shaff 10-12)

 

Salam cinta untuk Aktivis Dakwah Kampus Unsri, semoga senantiasa diberikan rahmat dan karunia oleh Allah SWT. Sholawat serta salam selalu kita berikan kepada Rosulullah SAW, Sahabat dan para pengikut beliau.

Ikhwafillah rahimakumullah

Semakin hari dakwah semakin berkembang begitupun dengan dakwah kampus yang kita rasakan dewasa ini, semakin banyak orang yang ter “sibghoh” dengan nilai-nilai islam, dan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut kedalam kehidupan sehari-hari. Hal itu menjadikan semakin bertambahnya aktivis dakwah islam yang tersebar seantero bumi, dan itu berarti bahwa distribusi pembagian beban dakwah perlahan mulai semakin merata.

Namun demikian kita perlu ingat bahwa beban dakwah itu sangat berat dan masih sangat banyak, oleh karena itu kita harus bersama dalam setiap kerja-kerja dakwah kita, sebagaimana yang disampaikan oleh Allah SWT dalam surat As-Shaff, Allah menyukai orang-orang yang berjuang dijalanNya dengan barisan yang teratur, mereka seperti bangunan yang kokoh.

Ikhwafillah rahimakumullah, kemenangan dakwah kampus merupakan cita-cita kita bersama. Namun, kemenangan itu datang tidak dengan serta merta, butuh perjuangan untuk bisa mewujudkannya. Kita berkaca pada setiap peristiwa kemenangan kaum muslimin pada saat peperangan dan penaklukan, peristiwa besar itu didapat dengan kerja keras, gelora dan keyakinan untuk mewujudkannya. Maka hal-hal yang perlu kita lakukan sebagai Aktivis Dakwah Kampus Antara lain.

Pertama, Fokus akan adanya“ Rabbul Asbab” bahwa ada Allah yang menjadi tuhan/ pemilik sebab-sebab. Bukan berorientasi kepada materi dan modal yang kita punya, karena materi bukan hal utama dalam mewujudkan kemenangan dakwah melainkan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Sebagaimana yang tertera dalam surat al-mulk diatas, “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu supaya, Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. Dengan memahami ayat tersebut kita yakin bahwasanya, ketika Allah sudah Ridho kepada kerja-kerja dakwah dan amal-amal kita maka Allah akan memberikan pertolonganNya. Dan memberikan apa yang kita cita-citakan.

Kedua, Fokus kepada Hak-hak Allah SWT. Manajemen organisasi, rencana strategis, dan program-program kerja dakwah akan efektif manakala dilakukan oleh tangan yang berwudhu, kening yang banyak sujud, jiwa yang khusyu’, hati yang tenang dan tunduk kepada Allah. Tanpa itu, sehebat-hebatnya manajemen dan takhtith (perencanaan) yang dilakukan takkan memberi kemenangan. Oleh karena itu seorang Aktivis dakwah kampus senantiasa berusaha agar amalan-amalan hariannya terjaga dan semakin meningkat seiring sejalan dengan amanah-amanah yang diembannya.

Ketiga, Apa yg dianggap orang adalah nafilah (sunah), bagi antum bernilai fardhah (wajib). Dimana posisi antum dalam tilawah sehari? Dimana posisi antum dalam raka’at-raka’at saat malam? Dimana posisi antum dalam infak? Dimana posisi antum dalam raka’at dhuha?. Sehingga antum sudah siap secara pribadi sebelum berdakwah dihadapan orang lain. Sehingga apa-apa yang antum katakan memiliki citarasa spiritual dan bertenaga ruhiyah.

Keempat, Bertakwa dan Menjaga diri dari maksiat, ikwafillah. Umar bin Khattab pernah mengirim surat kepada Sa’ad bin Abi waqqosh sebelum peperangan “ Sesungguhnya kami memerintahkan kepadamu dan pada seluruh pasukan agar takwa dalam segala keadaan, karena takwa kepada Allah merupakan persiapan dan strategi yang paling kuat dalam pertempuran. Aku perintahkan pula agar menjaga  diri dari maksiat, karena maksiat yang engkau perbuat lebih aku khawatirkan daripada kekuatan musuh, sebab engkau akan ditolong Allah jika musuh telah maksiat. Jika kita sama-sama maksiat maka kekuatan musuh akan lebih kuat, sangatlah berat kita menghadapi musuh jika hanya mengandalkan pada kekuatan yang kita miliki. Kecuali dengan mengandalkan ketakwaan kita kepada Allah dan senantiasa menjaga diri dari berbuat maksiat”.

Kelima, bersungguh-sungguh. Tatkala Allah SWT memberikan perintah kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas, Ia tak hanya menyuruh hambanya untuk taat melaksanakannya melainkan juga harus mengambilnya dengan Quwwah, Kesungguh-sungguhan. Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha, dan berangan-angan. Maka inilah momentum yang paling baik untuk merealisasikan cita-cita dakwah kampus kita dengan menempatkan kerja-kerja dakwah kita dengan penuh kesungguhan, sehingga kelak antum bisa membuat sejarah dalam perjalanan dakwah di kampus.

Keenam, Tadhiyah (pengorbanan) dijalan dakwah. Pengorbanan kita di jalan Allah adalah sekedar mengembalikan sesuatu yang berasal dari Allah jua. Kadang kita berat berinfaq, padahal harta kita dari-Nya. Kita terlalu perhitungan dengan tenaga dan waktu untuk berbuat sesuatu di jalan Allah padahal semua yang kita miliki berupa ilmu dan kemuliaan keseluruhannya juga berasal dari Allah. Semoga kita terhindar dari penyimpangan-penyimpangan seperti itu dan tetap memiliki jiddiyah, tadhiyah untuk senantiasa berjuang di jalan-Nya.

 

Ketujuh, Ketaatan kepada qiyadah (pemimpin). Umar bin Khattab berkata “ Tidak ada islam melainkan dengan jamaah, tidak ada jamaah kecuali dengan imamah (kepemimpinan), dan tidak pemimpin kecuali dengan ketaatan”

 

Ikhwafillah rahimakumullah

 

Dalam surat As-Shaff diatas, Allah memberikan janjinya yang luar biasa kepada kita, yang senantiasa berjuang dan berjihad menegakkan kalimatNya. “Niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar”. Semoga dengan janji Allah diatas membuat kita senantiasa termotivasi untuk melakukan kerja-kerja dakwah kita kedepan.

 

Wallahu’alam.

 Image


Doaku Sambil Menunggu Hujan


1. Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

2. “Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.”  

3. Dikeluarkan oleh Imam Syafi’i dalam Al Umm dan Al Baihaqi dalam Al Ma’rifah dari Makhul secara mursal. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shohihul Jaami’ no. 1026

4. Bismillahirohmanirrohim, sedang hujan lebat begini, sdg berada di rumah Allah, sekalian berdoa : Ya Rabb jadikan aku sebagai solusi dri setiap permasalahn2 besar.

5. Jadikan aku sebagai orang biasa yang melakukan tugas2 luar biasa

6. Berikan aku ilham, agar bisa mengambil keputusan dengan tepat dan benar.

7. Jadikan aku orang yang senang dengan tantangan, sehingga memacu adrenalin untuk menyelesaikannya

8. Jangan jadikan aku org yg ciut dgn tantangan sehingga aku termasuk org2 yg berpangku tgn,

9. Jadikan aku orang2 yang sabar, sehingga aku akan tetap berkorban dan berkontribusi dalam rentang waktu yang lama.

10. Jadikan aku orang2 yg haus akan ilmuMu, sehingga aku tetap belajar smpai kapanpun

11. Jadikan aku orang2 yang berani, sehingga mampu mengatakan kebenaran didepan penguasa yang tiran.

12. Jadikan aku seorang yang bertanggung jawab, sehingga amanah2 ini bs aku selesaikan dengan baik.

13. Jadikan aku orang yang ikhlas dalam tugas2 dan kerja2, sehingga tetap mengharap pahala dariMu

14. Aminn Ya Rabbal Alamin.

Image